HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Peringati Hari Guru, Ketua STIA Nusa Prihatin Nasib Guru Honorer



Murlinus SH. MH Ketua STIA Nusa Sungai Penuh
Sungai Penuh, - Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November yang jatuh pada hari Sabtu kemarin. Murlinus SH. MH ketua STIA Nusa Sungai Penuh mengkritisi setidaknya tiga permasalahan klasik yang masih dihadapi para guru saat ini.

Ketua STIA Nusa dan Akademisi senior ini menyoroti persoalan kesejahteraan guru merupakan catatan utama dari peringatan Hari Guru Nasional tahun 2017 ini. Dia menilai, persoalan guru honorer sampai saat ini masih menjadi persoalan pelik di dunia pendidikan khususnya di Sungai Penuh. 


"Seperti masih ada guru honorer yang hanya mendapat gaji Rp150 ribu setiap bulannya, dan kita sangat prihatin. Oleh karenanya, tenaga pengajar honorer yang melebihi kapasitasnya itu harus menjadi perhatian kita semua," ujarnya dikonfirmasi penulis Minggu (25/11). 


Menurutnya, perlu ada langkah extraordinary untuk mengurai persoalan guru honorer tertebut. Kata dia, DPRD Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci serta Pemerintah harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar atas persoalan ini.

Persoalan kedua, lanjut Murlinus, terkait peningkatan kualitas guru harusa menjadi perhatian semua pihak. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi STIA Nusa Sungai Penuh ini berpandangan, guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan harus dipastikan memiliki kualitas yang bagus. 


"Peningkatan kapasitas para guru harus senantiasa dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan mengikuti perkembangan zaman. Terlebih, tantangan tenaga pendidik saat ini menghadapi generasi milenial yang sarat dengan inovasi," tegasnya.


Permasalah ketiga adalah pemerintah juga harus memastikan pemerataan penyebaran tenaga pendidik agar tidak terjadi ketimpangan kualitas guru antar daerah. "Pemerataan tenaga pendidik ini penting untuk memastikan anak didik memiliki kualitas yang bagus dan sama di seluruh Tanah Air," tutur dia.

Selanjutnya dia mengatakan,  guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda jasa, oleh  karena itu semua orang harus menghargainya. Tanpa guru kita tak bisa apa-apa, oleh sebab itu dia menghimbau kepada pihak terkait harus memperhatikan nasib guru terutama Guru yang mengabdikan dirinya tanpa ada gaji hanya menerima belas kasih dari guru yang ASN/PNS. 

Guru adalah Pahlawan. Guru adalah pendidik tanpa kenal lelah. Tutup Murlinus. (Mano)

Previous
« Prev Post
Show comments

Contact Form

Name

Email *

Message *