Penulis mendatangi lokasi pengerjaan proyek yang memakan dana Rp.8.40.000.000 delapan ratus empat puluh juta yang dikerjakan CV Bunga Tiga Warna tersebut terlihat asal asalan dan tidak mau ambil tau tentang kualitas dan ketahanan fisik pada pengerjaan proyek jalan poros ini.
"Jalan ini sepertinya tidak seperti biasanya, dari material kelas C nya saja terlalu banyak mengandung tanah, sehingga daya rekatnya kita ragukan, dan hamparan material juga terlihat tidak rata, banyak sekali material yang kita ragukan kualitasnya," ujar anggota BPD Desa Sulak Deras yang enggan namanya disebut ketika dikonfirmasi penulis Jumat (30/11).
"Batu 57 juga kita lihat sangat sedikit, mungkin saja kurang, ataupun tidak ada, kita masih menduga untuk material batu 57 ini," ujar warga Desa Sulak Deras yang berada dilokasi proyek tersebut.
Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR Kerinci Alfianto ST MT dikonfirmasi penulis melalui telepon selulernya miliknya tidak berhasil dimintai keterangan terkait dugaan rendahnya kualitas pembangunan jalan poros penghubung disulak Deras yang dikerjakan CV Bunga Tiga Warna.
Begitupula dengan pembangunan drainase yang dinilai tidak sesuai spesifikasi, rongga yang terlalu banyak pada badan drainase ditampal memakai semen Portland dan terkesan asal jadi.
Pemilik Perusahaan CV Bunga Tiga Warna yang diketahui sebagai pelaksana kegiatan ini, hingga hari ini belum bisa didapatkan konfirmasi, sehingga menimbulkan berbagai kesan negatif kepada Masyarakat dan kalangan aktivis kerinci.
Masyarakat Desa Sulak Deras kecamatan Gunung Kerinci ini sangat berterima kasih kepada media ini karena telah mencoba membantu memberikan yang terbaik untuk Masyarakat, dalam mengawasi pelaksanaan pengerjaan proyek peningkatan Jalan Poros Penghubung ini. (Mano)
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »

