![]() |
| Foto: warga berebut gunungan buah mangga istana (istimewa). |
Pemalang, – Beragam cara “Jitu” digunakan untuk mempopulerkan suatu produk hasil karya yang kita hasilkan. Baik itu produk untuk kesehatan, kosmetik, hingga buah buahan. Hal inilah yang terlihat pada gelaran bertemakan “Festival Buah Mangga Istana 2018” (10/11), yang berlangsung di Lapangan Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Festival buah mangga istana yang selalu diadakan rutin setiap dua tahun sekali tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kabupaten Pemalang, dan warga masyarakat di kota tetangga seperti Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Banjarnegara hingga Semarang yang notabenya adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah pun tak pantang menyerah demi hadir langsung pada acara tersebut.
![]() |
| Foto : Bupati pemalang, H. Junaedi SH, MM. bersama mbah Cakra (45), seorang tokoh pemerhati lingkungan yang juga petani pohon Gaharu, sesaat setelah sambutannya. |
“Oh Iya Sudah tentu. Saya bersama keluarga, hadir dalam acara festival ini. Karena ingin mengobati kangen saya terhadap rasa buah mangga istana langsung dari sini. Karena jika saya beli sendiri, rasanya ada yang kurang lhoh, mas. Ya kurang nikmat saja dibandingkan jika makan bersama di festival ini.”, ungkap Gisela Prastika (24), warga Kota Semarang yang sengaja mengajak suami dan anaknya datang ke acara festival mangga.
Acara yang berlangsung dua hari tersebut juga diisi oleh Tari Tradisional Jawa, prosesi Kirab Pengantin Mangga Dewi Arum Manis dan Pangeran Wirasangka, makan bersama, dan juga pameran produk olahan yang berbahan dasar buah mangga istana.
Sementara itu, bupati pemalang, H. Junaedi SH, MM., menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, yang secara rutin menggelar acara tersebut. Dia berharap, kegiatan festival buah mangga, akan menambah nilai positif bagi Kabupaten Pemalang. Serta bisa menjadi berkah yang bermanfaat khususnya bagi seluruh warga Kabupaten Pemalang.
“Saya berikan apresiasi kepada pak kepala desa yang telah berjuang demi terwujudnya festival ini. Dengan adanya kegiatan ini semoga menjadi barokah, bermanfaat, serta menambah nilai Plus bagi Kabupaten Pemalang.”, ungkapnya.
Ketika ditanya tentang tanaman buah mangga istana yang ada di kawasan desa penggarit, Imam Wibowo, mengungkapkan jika jumlah pohon buah mangga istana sekitar 5000 pohon di lahan kurang lebih 51 Ha, menghasilkan buah 5000 ton/tahun, dengan pendapatan berkisar 6,5 Milyar/tahun.
“Di Desa ini, ada 51 Ha lahan yang ditamani tanaman buah mangga istana kurang lebih ada 5000 pohon. Dengan jumlah tersebut dapat menghasilkan 5000 ton/tahun. Dengan nilai transaksi mencapai 6,5 Milyar.”, tandasnya. (dentang)
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »

