HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Akhirnya DEJ Harus Berurusan Dengan Polres Kerinci


Sungai Penuh, - Polres Kerinci hari ini 6/9/18 digeruduk Belasan pengurus anggota GP Ansor dan Banser Kabupaten Kerinci siang tadi, mereka mendatangi Polres Kerinci bertujuan melaporkan seorang warga sungai penuh yang bernama Defitra Eka Jaya (DEJ) lantaran coletehannya di akun sosial media Facebook.

"Ansor ini pasukan keamanan baru direpublik ini dan mereka lebih berwenang dari TNI dan Polri, buktinya ansor bisa menolak kedatangan UAS di jateng. Sedangkan TNI dan Polri mengundang UAS untuk berceramah diacara mereka, ini ansor siapa ??? Ada yang bisa jelasin ??? Mana tau anak saya lulus SMA nanti saya suruh masuk GP Ansor tidak usah tes AKPOL atau AKABRI" tulis dia melalui akun Facebook miliknya yang dinilai menghina ansor.

Dipimpin kasat Banser, Hamdia Ikhsan mereka menyerahkan langsung laporan ke ruang polres kerinci.

"Kita dari banser tidak terima dengan pernyatan dari terlapor, dimana pernyataan tersebut telah melukai hati kami GP Ansor dan Banser ,jika memang ada oknum maka salahkan oknumnya, bukan organisasinya." Ujar Hamdia.

"Jadi kami meminta kepada terlapor untuk meminta maaf secara terbuka dimedia baik cetak, online maupun media sosial, serta menarik ucapan yang sudah mereka sebarluaskan" sambung dia. 

Disisi lain pula dia mengatakan, Dej pernah memberikan pernyataan yang kurang menyenangkan di medsos sebelum ini, argumentasi yang dinilai tidak sehat dengan para pemburu berita dilingkup Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci yang menimbulkan kesan kontroversi dan gesekan. 

Tindakan tersebut itu tidak sampai dibawa ke jalur hukum, namun tetap saja meninggalkan bekas yang tentu tidak mudah untuk dilupakan oleh pewarta lingkup Sungai Penuh Kerinci, selain dari. Itu, Dej juga pernah membuat pernyataan kontroversi saat terjadi kebakaran di pasar Sungai Penuh beberapa bulan yang lalu, yang mengatakan “masyarakat banyak jadi penonton." Tambah Hamdia.

Jelas saja mengundang banyak pertanyaan seputar kejadian tersebut. Sama ada untuk membangun atau kritik memecah belah.

Untuk itu Hamdia menghimbau kepada Masyarakat yang menggunakan sosial media, agar menggunakannya sebagai sarana untuk mendapatkan informasi dan komunikasi, bukan sebagai sarana pemecah belah persatuan dan kesatuan. (Mano)

Previous
« Prev Post
Show comments

Contact Form

Name

Email *

Message *