Sungai Penuh, - Tiga tahun tidak publis LPJ Desa, Kades Pinggir Air Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh ini terancam dipolisikan oleh Masyarakat.
Anggota BPD Desa Pinggir Air yang enggan ditulis namanya dikonfirmasi penulis mengaku kalau Kades Pinggir Air sudah 3 tahun tidak pernah menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Desa selama 3 tahun terakhir. Yang menyebabkan kepercayaan masyarakat dan BPD tergerus.
"Ya, kemaren (1/3) masyarakat Desa Pinggir menggeruduk kantor desa desak kades sampaikan LPJ, namun belum ada kabar baik dari kepala desa dan perangkatnya untuk menyampaikan informasi tersebut kepada Masyarakat, kami menunggu sampai hari Senin (4/3) kalau ada iktikad baik dari kepala desa," tutur dia.
Dilansir dari beberapa media di Sungai Penuh (1/2) kantor desa Pinggir Air digeruduk masa desak kades sampaikan kepada masyarakat terkait LPJ yang selama 3 tahun terakhir tidak ada laporannya kepada BPD maupun masyarakat Desa.
Sejauh ini selama 3 tahun pengelolaan keuangan dana desa dan pengelolaan alokasi dana desa diduga tidak transparan, hal ini timbul karena tertutupnya informasi dari Kepala Desa dan perangkat desa tentang penggunaan anggaran Negara tersebut. Sementara LPJ menurut anggota BPD Desa Pinggir Air yang enggan ditulis namanya menuturkan, LPJ harus dilaporkan secara berkala atau secara rutin melalui papan informasi atau secara musyawarah.
Dapat disimpulkan bahwa dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) Desa Pinggir Air Kecamatan Kumun Debai pengelolaan keuangan dana tersebut tidak transparan dan tidak efisien dan diduga syarat penyimpangan.
Warga pinggir air inisial A menuturkan kepada penulis (2/3) bahwa pengelolaan keuangan Desa yang bersumber dari APBN sama sekali tidak pernah melakukan rapat dan musyawarah dengan masyarakat terkait pengalokasian anggaran fisik maupun nonfisik, terlebih pada pengalokasian dana Pemberdayaan Desa.
"Dana Pemberdayaan Desa selama 3 tahun terakhir tidak ada laporannya, apa saja yang diberdayakan oleh Pemerintah melalui pendanaan tersebut, kami lihat setiap tahun dana tersebut tetap ada, dan kami minta pertanggung jawaban dari kades terkait penggunaan anggaran Negara ini," ujar warga Desa Pinggir Air yang enggan namanya disebut.
Sementara itu, penulis menyambangi kediaman kades pinggir air Ari Pernandes (1/3), yang ditemukan awak media kades tidak berada dirumah, dikatakan kades sedang berada di ladangnya, dihubungi melalui telepon selulernya juga tidak bisa dihubungi.
"Pak Kades sedang pergi ke ladang dan mungkin malam baru pulang, kalau mau ketemu pak Kades besok saja," ujar wanita yang menjawab pertanyaan penulis di kediaman Kades.
Hingga berita ini ditulis, kepala Desa Pinggir Air Kecamatan Kumun Debai Ari Pernandes belum bisa ditemui untuk mendapatkan informasi dan klarifikasi. (Tim)
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
