![]() |
| Reka ulang adegan penyerangan Gengster motor dengan Warga di Daerah Boom Lama barutikung Kota Semarang, Yang menewaskan Anggota Gengster motor, namun justru Warga yang jadi tersangka. |
Kejadian inilah yang terjadi di kawasan Boom Lama Barutikung Kota Semarang. Puluhan anggota gengster terlihat menyerang warga menggunakan sajam (senjata tajam.red) berbagai ukuran ini nampak siap mati menyerang warga. Namun sayang. Ketika seorang personel gengster tersebut berhasil "terluka" oleh warga dan wafat dalam perjalanan mereka lari, justru warga yang harus "Pasrah" terciduk oleh pihak berwajib.
Menurut Kartika, salah seorang warga barutikung, yang juga seorang istri yang harus "rela" melihat suaminya terciduk pihak berwajib, mengatakan, puluhan gengster membawa sajam datang menyerang warga sekitar pukul 02.00wib dan warga pun melakukan perlawanan terhadap gengster tersebut., namun mereka lari dalam pelarian itulah salah satu anggota gengster tewas dengan bersimbah darah., tetapi suaminya justru jadi tersangka.
"Kejadian sekitar jam 02.00wib saat warga terlelap tidur, gangster datang menyerang., giliran warga menyerang malah mereka lari., eh di jalan itu ada yang mati., kok malah suami saya jadi tersangka, mas.", ungkapnya
"KAPOLRESTABES Kota Semarang, Terkesan Pemberi Harapan Palsu"
Peristiwa yang terjadi tanggal 29 Desember 2018 ini nampaknya berbanding terbalik dengan pernyataan Kapolrestabes Kota Semarang, KOMBES POL ABIOSO SENO AJI.
Bagaimana tidak, dalam gelar tersangka Gengster yang berlangsung baru baru ini. Orang nomor satu di POLRESTABES Semarang ini mengatakan, Pihaknya akan mengambil tindakan tegas di lapangan jika situasinya seperti ini.
"Jangan paksa kami sebagai aparat kepolisian untuk mengambil tindakan tegas di lapangan.", ungkapnya.
Abioso Seno Aji juga berpesan kepada warga Kota Semarang, Dirinya menghalalkan para gengster untuk di tindak massa.
"Saya tegaskan pula. Saya halalkan pula bagi warga masyarakat Semarang apabila menemukan pelaku seperti ini untuk dihakimi secara massa.", ungkapnya.
Namun apalah daya. Pernyataan Kapolrestabes Kota Semarang ini justru berbanding terbalik dengan FAKTA. Entah bagaimana ceritanya sehingga suami Kartika ini harus "ikhlas" menyandang status tersangka saat membela diri melawan tindakan brutal para gengster yang menyerang warga. Akankah warga masyarakat di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah harus "PASRAH" terhadap tingkah polah brutal para gengster yang sewaktu waktu menyerang untuk mencabut nyawa warga dan harus berstatus TERSANGKA ketika berhasil membela diri?
Lalu bagaimana pihak kepolisian menilai tindakan ini yang seakan melindungi yang brutal dan menghukum yang membela diri?
Akankah gengster tersebut akan tetap melenggang dan berkembang biak memenuhi NKRI? (Dentang)
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
