HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Jembatan Mewah 16m Dipenuhi Sampah


Pemalang, - Pagi yang cerah disertai sinar mentari indah seakan menjadi saksi kegiatan Bupati Pemalang, H. Junaidi SH., MM., meresmikan Jembatan Juwed (Jembatan Posongan.red). Jembatan yang melintas diatas Kali Comal, yang menelan biaya _+ 16 Milyar ini jadi "Penolong" para warga di 2 Kecamatan., yakni Kecamatan Ampelgading dan Kecamatan Comal. 

Namun, dari kemegahan dan kemahalan jembatan Juwed, sangatlah bertolak belakang jika dilihat dari dekat. Retaknya aspal jembatan, banyaknya sampah di sayap jembatan sisi selatan sebelah timur, rusaknya dinding sayap, tiang patok hitam putih yang "Goyang Dumang", ditambah lagi adanya "KREATIVITAS" orang tidak bertanggung jawab dengan coretan tak bermakna., seakan menambah "Tragis" jembatan tersebut. 

Jembatan yang "Kandas" sekitar tahun 2014 dan diproses ulang secara gotong royong oleh 3 Pemerintah ini, tampak jauh dari harapan mewah, bersih, kokoh tak tertandingi seakan jauh dari fakta. 

Jembatan sepanjang _+ 160 dengan lebar 7 meter ini seakan luput dari pantauan Bupati Pemalang tentang kondisi saat diresmikan. Tidak adanya bak penampungan sampah pun seperti hal sepele yang jauh dari inti dalam pemikiran orang nomor satu di Kabupaten Pemalang itu. 

Seperti kita ketahui bersama. Sampah yang berserakan juga jadi salah satu penyebaran bibit penyakit. Namun apadaya, usaha Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam menggalakkan program Kabupaten sehat seakan tak diimbangi dengan fakta dilapangan. 

Menurut Heri, Staf Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR.red), saat dikonfirnasi tentang temuan keadaan jembatan juwed, pihaknya mengklaim jika retaknya aspal jembatan adalah hal yang wajar.

"Lhoh itu wajar mas, karena di dalam struktur jembatan dipasang alat sejenis shock beker kendaraan.", ungkapnya sesaat dirinya menyampaikan pidato didepan Bupati dan tamu undangan. 

Sementara itu, Bupati Pemalang, mengatakan, jembatan tersebut jadi pendongkrak ekonomi, pendidikan, dan aktivitas para warga agar tidak memutar jauh melewati jalur pantura.

"Saya harap, jembatan ini membuat warga tidak memutar jauh lewat pantura, jadi bisa mendongkrak ekonomi dan aktivitas warga termasuk para murid yang akan berangkat ke sekolahnya.", katanya. 

Dari semua fakta tersebut, akankah menjadi jaminan warga masyarakat tidak rawan terserang penyakit, akankah kemewahan dan kemegahan jembatan bernilai milyaran rupiah ini tidak akan "Kandas" lagi seperti sedia kala? Lalu, kemanakah Tugu Monument Pak Soekarno, President Pertama Republik Indonesia yang sebelumnya nampak terlihat di sebelah timur jembatan?
(Dentang)

Previous
« Prev Post
Show comments

Contact Form

Name

Email *

Message *