Pemalang, - Banyak yang berpendapat jika sampah plastik dan botol bekas air mineral sangatlah mengganggu dan sama sekali tidak ada nilai ekonomisnya. Dikarenakan harga di pengepul yang cinderung naik turun.
Hal tersebut tampak nya tak berlaku bagi para komunitas Ecobrickers Kabupaten Pemalang. Para anggota yang bahu membahu mengumpulkan sampah plastik untuk dijadikan Ecobrick ini sudah berhasil mengumpulkan 4ton sampah plastik yang berupa bekas bungkus makanan ringan, bungkus kopi, sampai plastik bekas bungkus sabun deterjen. sampah yang terkumpul tersebut kemudian di gunting kecil dan dimasukan ke dalam botol bekas air mineral.
"Perjuangan kami mengumpulkan sampah sudah sampai 4 ton, dan kami rangkai untuk dijadikan kerajinan ecobrick, dengan demikian kelestarian alam di Kabupaten Pemalang akan terjaga.", ungkap, Tarto, Ketua Komunitas yang sekaligus penggiat Ecobrick Pemalang.
Sementara itu, dikatakan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang, H. Irna Setiawati Junaidi, S. E., M. M., Ecobrick juga bernilai ekonomis yang bisa menjadi pendapatan tambahan bagi warga masyarakat.
"Meja Kursi yang ada di warung milik saudara saya, menggunakan Ecobrick, itu artinya Ecobrick juga ada nilai jualnya, jadi kan bisa digunakan untuk penghasilan tambahan bagi masyarakat.", imbuhnya.
Ketika ditanya tentang tujuan kedepan, Tarto, memungkasi pembicaraan, pihaknya akan selalu semangat tanpa henti untuk tetap melestarikan alam dengan memproduksi Ecobrick. (Dentang)
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
