"Akankah Menjadi Jaminan Kehidupan Warga Masyarakat Dan Ekosistem Dari Aroma "MANTAB" Dari Tumpukan Sampah Diiringi Retaknya Aspal Jembatan Juwed."
Pemalang, - Pemerintah Pusat selalu mengutamakan keberlangsungan hidup para warga masyarakat dalam segala bidang. Baik itu pekerjaan, pendidikan, transportasi, infrastruktur, hingga kesehatan. Walaupun fakta dilapangan sering kali tidak sesuai dengan realisasinya. Hal itulah yang terjadi di sekitar jembatan Juwed (Jembatan Posongan.red). Jembatan mewah yang menghabiskan dana sekitar 16 Milyar ini kondisinya tampak memperihatinkan. Adanya retakan pada aspal, robohnya pembatas sayap tepi jembatan, hingga bau menyengat yang seakan memaksa warga untuk "Pasrah".
Kondisi tersebut seakan terlewat dari pandangan Bupati Pemalang, H. Junaidi, S.H., MM., pada saat meresmikan jembatan mewah namun terkesan terburu buru pembangunannya.
Bupati Pemalang yang sempat melangkahkan kakinya mengontrol jembatan, sepertinya tidak mengetahui keadaan tumpukkan sampah yang mengeluarkan aroma Mantab menusuk hidung. Tak hanya itu. Persis disebelah utara sayap jembatan juga terdapat monumen perjuangan yang juga "Terlewat" dari pandangan orang nomor satu di Kabupaten penghasil Buah Nanas Madu tersebut. Rumput liar tumbuh subur memenuhi monumen yang juga terdapat beberapa makam yang tak bernama. Kondisi itu diperparah dengan retaknya tembok pagar monumen tersebut.
Ketika menyampaikan sambutannya, Bupati Pemalang H. Junaidi, S.H, MM., mengatakan harapannya agar jembatan tersebut jadi pendongkrak perekonomian warga dan juga sebagai penghubung aktifitas para warga.
"Jembatan Juwed sebagai pendongkrak ekonomi dan aktifitas warga.", katanya (30/1).
Namun, kenyataan berbeda yang kami pantau pada saat peresmian hingga hari ini (18/2). Sampah yang ada di tanah kosong sisi selatan sayap jembatan sebelah timur ini, tampak "Langgeng" tanpa tindakan untuk membersihkannya.
Kondisi tersebut juga yang dikeluhkan para pengguna jalan dan warga masyarakat. Aroma menyengat dan sarang penyakit serta tragisnya Jembatan Juwed tersebut terlihat "DICUEKIN" oleh Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Dikatakan oleh Kartumi, pengguna jalan, dirinya selalu muntah jika melewati jembatan tersebut ketika hendak belanja ke Pasar Comal.
![]() |
| "Makam tanpa nama" |
"Tidak betah baunya membuat saya muntah tiap lewat sini mau ke Pasar Comal.", ungkapnya.
Ketika tim kami hendak mengkonfirmasi kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Pemalang tentang penyebaran penyakit yang ditimbulkan dari tumpukkan sampah tersebut, dan Dinas Perhubungan menanyakan tentang kelayakan jembatan, serta Pemerintah Kabupaten Pemalang. Justru tidak membuahkan hasil dikarenakan "Sedang tidak ada di Kantor". (Dentang)
![]() |
| "Makam tak bernama" |
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »










