Kerinci, - Memperingati hari Kesaktian Pancasila Setiap tanggal 1 Oktober seluruh masyarakat Indonesia memperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila ini merupakan hari peringatan untuk mengenang terbunuhnya 7 Perwira TNI AD (yang disebut sebagai Pahlawan Revolusi) atas kesetiaannya kepada Pancasila sebagai dasar Negara, sehingga dibantai secara keji oleh PKI dalam kudeta berdarah yang disebut dengan Gerakan 30 September (G30S)/PKI.
Semasa Orde Baru penanaman terhadap nilai-nilai Pancasila dilakukan secara terus-menerus dan diupayakan melalui berbagai cara, di antaranya Penataran P4 (Pedoman Penghayatan pengamalan Pancasila) yang wajib mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pegawai negeri. Di Perguruan Tinggi juga diwajibkan mendapat mata kuliah kewiraan, mengingat betapa pentingnya nilai-nilai Pancasila itu terus dipelajari sebagai pedoman generasi bangsa dalam berperilaku.
Namun seiring berjalannya waktu, secara perlahan kerinduan dalam memperingati hari kesaktian Pancasila terasa menurun. Hal ini dapat dilihat, bahwa saat ini sudah jarang instansi-instansi pemerintah dan swasta yang mengibarkan bendera merah putih setengah tiang, sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan revolusi yang telah gugur dalam mempertahankan Pancasila.
Harisah M.Pd menjelaskan bahwa saat ini masih banyak kalangan yang mengaku Pancasila namun belum tahu apa itu makna Pancasila secara ilmiahnya, dan sejauh mana kemampuan kita dalam mengamalkan kandungan yang ada didalam Pancasila itu sendiri.
Demikian juga, di lingkungan sekolah, peringatan Hari kesaktian Pancasila sudah mulai terpinggirkan dan jarang dilakukan. Padahal penanaman nilai-nilai kejuangan yang telah diprakarsai para pahlawan sejatinya kita jadikan pedoman dalam bersikap dan berprilaku bagi kehidupan para pelajar.
Berikut ulasannya dalam sesi wawancara bersama penulis.
"Melihat kenyataan yang terjadi dalam masyarakat kita, sudah selayaknya kita melakukan sebuah refleksi terhadap pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang mulai memudar akhir-akhir ini. Kita mesti memperkuat kembali, sebagai usaha mencapai cita yang selama ini kita impikan dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat." Ujarnya
Kita sangat menyayangkan akhir-akhir ini, sepertinya Pancasila kurang diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalaulah Pancasila kita pegang teguh, maka tidak akan ada penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, seperti Korupsi yang sudah mendarah daging, kekerasan, main hakim sendiri, tawuran antar pelajar yang sudah menjadi kebiasaan hingga kemiskinan yang sudah tidak asing. Jelasnya
Pancasila merupakan dasar negara yang telah ditetapkan sejak Indonesia merdeka. Oleh karena itu, Pancasila dijadikan sebagi falsafah atau pandangan hidup bagi seluruh bangsa Indonesia. Dengan adanya Pancasila, Indonesia dapat menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tertib, aman dan penuh perdamaian.
Jika kita memperhatikan lambang Pancasila dan butir-butir yang terkandung dalam Pancasila, itulah yang merupakan pencerminan kepribadian bangsa Indonesia, sehingga Indonesia dapat dibedakan dengan bangsa lain karena ciri khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada dasarnya adalah untuk memperkokoh Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa. Hari Kesaktian Pancasila perlu dijadikan media refleksi untuk merenungkan bagaimana bangsa Indonesia saat ini menerapkan nilai-nilai Pancasila yang telah dijadikan falsafah hidup dalam berbangsa dan bernegara. Bahkan, seharusnya, dari tahun ke tahun, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mestinya mulai digairahkan kembali, sehingga rakyat Indonesia tetap mengamalkan dan menghayati Pancasila sebagai dasar negara, jelasnya panjang lebar. (Mano)
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
