HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Penyandang Disabilitas Hasilkan Karya Menarik, Masyarakat Apresiasi Kemampuan Pengurus PPID


Sungai Penuh, - Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) mulai berkembang di Kerinci dan Kota Sungai Penuh, diantaranya cabang PPDI ini sudah menapak di Sungai Penuh sejak beberapa tahun terakhir yang dipelopori oleh putri asal Sungai Penuh, Mira Eryanti, dia juga sebagai penyandang disabilitas.

Dia dipercaya sebagai pengembang persatuan ini untuk mendirikan sebuah kantor cabang pembantu pusat yaitu Cabang Provinsi Jambi, namun keadaannya yang kurang mampu untuk melakukan pergerakan dalam mencari keanggotaan, dia lebih memilih cara mudah yaitu dengan membangun jaringan bersama aktivis dan para jurnalis Kerinci dan Kota Sungai Penuh sebagai perpanjangan tangannya dalam mengembangkan PPDI di Kerinci dan Kota Sungai Penuh ini.

Mira Eryanti sangat mengharapkan adanya PPDI menapak di kota sungai penuh sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya, sekaligus sebagai wadah atau kelompok resmi penyandang Disabilitas Kota Sungai Penuh dan kerinci. 

Dikutip dari media sosial milik Mira dia mengatakan, "saya hanya ingin mencari teman dan keluarga baru di PPDI, pertama kalinya saya mengikuti rapat PPDI itu membuat saya terharu dan sangat bangga".

Sekedar cerita di dalam forum rapat itu ada teman-teman tuna rungu, buta, kakinya sakit sehingga ngga bisa berjalan dengan baik, sedangkan saya lumpuh di bagian tangan kiri saya karena step waktu saya umur tujuh bulan, kami tidak melihat keterbatasan itu ada pada kami semua seperti layaknya orang kebanyakan," ujar Mira.

Dia menceritakan lagi pengalamannya, "Pak Gimo kedua kakinya sakit tapi beliau PNS di rumah sakit umum, pak ismail juga demikian beliau hakim di pengadilan tinggi jambi, saya lumpuh di bagian tangan kiri saya mencoba mengembangkan hobby di film maker/film bioskop sekarang sedang mencari investor dan sponsor untuk produksi film saya, yang bakal shooting di sungai penuh."

Saya sedih dan tertekan melihat  orang kampung memperlakukan orang seperti saya di kurung di simpan layaknya barang antik, makanya saya sangat sedih saat saya di tunjuk langsung untuk membuat kantor di Sungai Penuh.

Saya walaupun seperti ini saya juga bersekolah di SD, SMP, SMA atau Pendidikan normal bukan sekolah luar biasa, saya sempat bersekolah di SMA N 3 sungai penuh dan tamat sekolah di SMA N 1 sarolangun, mama saya juga berperan membentuk pribadi saya seperti sekarang ini, beliau tidak pernah mengurung saya seperti barang antik, dan membebaskan saya bersosialisasi di lingkungan masyarakat

Bukan hanya  untuk pelengkap saja tapi jika kami bersama  pasti kekuatan itu dalam bentuk saling  motivasi itu melebihi dari nilai materi berapapun.

Begitulah cuitan Mira di Media sosialnya, dia menginginkan agar penyandang Disabilitas tidak dipandang sebelah mata, melainkan sama dengan orang yang kehidupannya normal. 

Dia berharap kepada seluruh Masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh menyambut baik program ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang Disabilitas, dia menegaskan untuk mendirikan kantor dia membutuhkan teman sebagai penyemangat dalam pergerakan yang dilakukannya. (Mano)

Previous
« Prev Post
Show comments

Contact Form

Name

Email *

Message *