HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Timbun Jalan Menggunakan Sekam Padi, Kades Koto Tebat dilaporkan ke Polisi

"Terkait adanya dugaan korupsi Dana Desa, Mansurdin dilaporkan ke Polisi"

Kerinci, - Kasus dugaan Korupsi pada pembangunan jalan usaha tani di Desa Koto Tebat Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2017 yang diduga kuat telah merugikan Negara ternyata tidak berakhir di Polres Kerinci, dipastikan kasus tersebut berlanjut di Polda Jambi.

Mat Salim Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Tim Operasional Pemberantasan Korupsi ((LSM Topeksi) mengaku bahwa kasus ini sudah dia tembuskan ke Polda Jambi. 

"Ya, Kasus dugaan Korupsi Dana Desa Koto Tebat Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci sudah kita masukkan ke Polda Jambi, dan mungkin sebentar lagi diproses," ujar Mat Salim.

Ditanya soal pengaduannya terkait kasus dugaan penyelewengan Dana Desa, dia membeberkan beberapa poin penting atas laporan Kepolisian tersebut, diantaranya dugaan rendahnya mutu kualitas jalan usaha tani di Desa Koto Tebat, yang menggunakan sekam padi sebagai bahan timbunan jalan, dan adanya dugaan dangkalnya penggalian pondasi jalan usaha tani tersebut  yang merugikan Negara lebih dari Rp.700 juta.

Seharusnya pada pembangunan pengerjaan yang tanahnya labil harus menggunakan kayu pancang agar badan jalan tidak tenggelam ke dalam tanah yang labil tersebut, selanjutnya pondasi jalan juga digali lebih dari 70 cm sesuai dengan daya berat material yang berada pada badan jalan. 

"Setahu kita, setiap pembangunan baik itu di atas tanah labil atau tidak, belum pernah ada menggunakan bahan Sekam padi sebagai timbunan," ujar Mat Salim.

Bustari tokoh Masyarakat Desa Koto Tebat juga sangat menyayangkan pembangunan jalan tersebut karena dilihat dari bahan material timbunan yang diduga tidak memiliki ketahanan yang diharapkan.

"Kalau hanya ditimbun menggunakan sekam padi, jelas tidak akan tahan lama," ujar Bustari.

Kepala Desa Koto Tebat Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci, Mansurdin dikonfirmasi wartawan terkait kasus tersebut melalui pesan singkat WhatsApp miliknya belum memberikan keterangan walaupun konfirmasi tersebut sudah berwarna biru pertanda pesan tersebut sudah dibaca, hingga berita ini ditulis, Kades Mansurdin masih bungkam dan enggan berkomentar. (Mano)

Previous
« Prev Post
Show comments

Contact Form

Name

Email *

Message *