HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Lebih Kurang 10 Meter, Pembangunan Irigasi Ini Telan Dana Rp.60 Juta

""Mansurdin Kades Koto Tebat selalu menghindari wartawan, terkait dana bantuan provinsi senilai Rp 60 juta""

Kerinci, - Dana Rp.60 juta dari provinsi untuk bantuan pembangunan Desa di Kerinci tepatnya di Desa Koto Tebat juga disinyalir tidak sepenuhnya digunakan untuk pembangunan Desa. Yang dibangun hanya irigasi yang panjangnya lebih kurang 10 meter,  Masyarakat Desa Koto Tebat mempertanyakan kelebihan dana tersebut dan di kemanakan.

Irigasi Ini disinyalir telan dan 60 juta
Mat Salim Aktivis dan penggiat Anti Korupsi sekaligus tokoh masyarakat desa Koto Tebat Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci membeberkan terkait penggunaan Dana provinsi tersebut. 

"Masyarakat Desa Koto Tebat juga akan melaporkan kasus ini ke penegak hukum, karena dana tersebut adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Desa, bukan untuk dikorupsi," jelasnya. 

Bustar tokoh Masyarakat Desa Koto Tebat juga berbicara senada, hak Masyarakat untuk mengetahui tentang pengalokasian dana bantuan dari Provinsi Rp.60 juta yang terkesan ditutup-tutupi oleh oknum Kades, seakan tak di indahkan dan tidak digubris sama sekali oleh kades.

Buruknya sistem pengawasan Dana Provinsi Jambi salah satu sebab rawannya penyelewengan dana yang berakibat hilangnya kepercayaan Masyarakat terhadap program Provinsi untuk kemajuan Desa lingkup Kabupaten Kerinci saat ini. 

"Tetap akan kita lapor ke pihak berwajib, karena banyak sekali kejanggalan pada penggunaan anggaran tersebut, tidak mungkin irigasi yang hanya dibangun lebih kurang 10 meter menghabiskan dana sebesar itu, 6 juta permeter," ujar Bustar warga Desa Koto Tebat.

Pembangunan irigasi yang berlokasi di pinggir jalan raya Koto Tebat ini disinyalir menggunakan dana APBD Provinsi Jambi senilai Rp 60 juta, sungguh ironis sekali pengerjaan proyek tersebut dilaksanakan pula oleh oknum BPD desa setempat, padahal sudah diatur bahwa oknum BPD dilarang melaksanakan pengerjaan proyek Desa jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Desa Koto Tebat Mansurdin hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi disinyalir sengaja menghindari wartawan terkait pembangunan irigasi yang menelan dana Rp.60 juta yang dibangun di Desa tersebut. (Tim)



Previous
« Prev Post
Show comments

Contact Form

Name

Email *

Message *