Sungai Penuh, - SDN 048/XI Desa Koto Lolo Kecamatan Pesisir Bukit pastikan tolak kehadiran jajaran SMPN 10 di Desa Koto Lolo, karena di anggap hanya akan membuat perselisihan antara guru dan tenaga honorer di lingkup SDN 048/ XI dan para guru SMPN 10 Kota Sungai Penuh.
Selanjutnya Dikhawatirkan pula dengan sejumlah guru honorer di SDN 048/XI Koto Lolo yang saat ini belum mendapatkan solusi terbaik kemana akan diarahkan, sementara pihak Dinas belum memberikan informasi tentang perubahan tersebut, adakah masih dibutuhkan atau tidak oleh pihak sekolah.
Guru Honorer SDN 048/XI yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada wartawan ketika di tanya media ini mengaku bahwa langkah yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh ini kurang tepat, karena hanya akan menciptakan polemik dan perdebatan nantinya, baik dari Masyarakat maupun Guru yang ada.
"Saya yakin, langkah ini hanya akan menciptakan polemik dan perdebatan nantinya, karena masih banyak gedung serbaguna yang bisa dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan," ujar dia.
Forum 5 Koto Kota Sungai Penuh juga terlihat memberikan apresiasi terhadap langkah para guru yang lebih memilih menolak dari kehadiran jajaran SMPN 10 di SDN tersebut.
Parles Bustamam Dpt ketua Forum 5 Koto dikonfirmasi wartawan ini menyebutkan, "Kami dari forum 5 Koto menolak kehadiran SMPN 10 di SDN 048/XI ini, karena banyak tempat yang masih bisa dimanfaatkan, bukan hanya di sekolah ini saja yang punya tempat bagus, kami khawatir nantinya akan berdampak negatif dan perselisihan," ungkap Parles.
"Kami mengharapkan langkah dan solusi terbaik dari bapak Walikota untuk mengambil kebijaksanaan atas kasus ini, nanti kita akan lakukan aksi damai tuntut pemerintah agar memberikan jawaban dan solusi yang tepat," tambah Parles.
Kepala SDN 048/XI Koto Lolo Apriadi S.Pd tidak berhasil dikonfirmasi wartawan terkait isu yang membelah lautan ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh Dr Hadiyandra ketika dikonfirmasi wartawan media ini melalui pesan singkat WhatsApp miliknya belum menerima balasan walaupun pesan singkat tersebut sudah dibaca. (tim)
![]() |
| Ilustrasi |
Guru Honorer SDN 048/XI yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada wartawan ketika di tanya media ini mengaku bahwa langkah yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh ini kurang tepat, karena hanya akan menciptakan polemik dan perdebatan nantinya, baik dari Masyarakat maupun Guru yang ada.
"Saya yakin, langkah ini hanya akan menciptakan polemik dan perdebatan nantinya, karena masih banyak gedung serbaguna yang bisa dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan," ujar dia.
Forum 5 Koto Kota Sungai Penuh juga terlihat memberikan apresiasi terhadap langkah para guru yang lebih memilih menolak dari kehadiran jajaran SMPN 10 di SDN tersebut.
Parles Bustamam Dpt ketua Forum 5 Koto dikonfirmasi wartawan ini menyebutkan, "Kami dari forum 5 Koto menolak kehadiran SMPN 10 di SDN 048/XI ini, karena banyak tempat yang masih bisa dimanfaatkan, bukan hanya di sekolah ini saja yang punya tempat bagus, kami khawatir nantinya akan berdampak negatif dan perselisihan," ungkap Parles.
"Kami mengharapkan langkah dan solusi terbaik dari bapak Walikota untuk mengambil kebijaksanaan atas kasus ini, nanti kita akan lakukan aksi damai tuntut pemerintah agar memberikan jawaban dan solusi yang tepat," tambah Parles.
Kepala SDN 048/XI Koto Lolo Apriadi S.Pd tidak berhasil dikonfirmasi wartawan terkait isu yang membelah lautan ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh Dr Hadiyandra ketika dikonfirmasi wartawan media ini melalui pesan singkat WhatsApp miliknya belum menerima balasan walaupun pesan singkat tersebut sudah dibaca. (tim)
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
