Sungai Penuh, - Banjir yang melanda Kota Sungaipenuh tidak hanya merendam jalanan dan permukiman, bahkan juga menelyebabkan longsor dan tembok penahan tebing ambruk. Banjir yang melanda Kota Sungaipenuh tidak hanya merendam jalanan dan permukiman, bahkan juga menelyebabkan longsor dan tembok penahan tebing ambruk.
Informasi yang dihimpun, banjir melanda di Kecamatan Sungai Bungkal, Pesisir Bukit dan Pondok Tinggi. Sejumlah rumah warga digenangi air, begitupun jalan umum.
Sementara, longsor terjadi di KM 6 puncak arah Tapan, material menimbun badan jalan yang membuat arus lalulintas lumpuh total. Untuk mengevakuasi material longsor, Dinas PU sungaipenuh mengerahkan alat berat exavator ke lokasi.
Selain longsor di jalur puncak, longsor juga terjadi di perbukitan dekat dengan permukiman. Bahkan, satu rumah di Desa Sungai Ning rusak berat dihantam longsor, serta dua rumah di Desa Koto Renah, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungaipenuh.
“Ya, hujan lebat malam tadi (kemarin malam, red) mengakibatkan longsor di puncak, dan juga tebing yang menimpa rumah warga,” ujar Heru, warga Desa Sungai Ning.
Selain itu, tembok penahan tebing juga ikut ambruk, yakni tembok penahan Sungai Batang Sangkir, Kecamatan Tanah Kampung, tidak jauh dari rumah pribadi Walikota Sungaipenuh. Tembok yang ambruk sekitar 10 meter.
“Malam tadi, tembok penahannya ambruk, padahal baru 2 tahun dibangun,” ungkap Jon, warga setempat.
Selain di Tanahkampung, tembok penahan tebing di Sungai Batang Bungkal, Kecamatan Sungai Bungkal juga ikut ambruk. “Tembok Sungai Bungkal, ambruk saat debit air membesar tadi malam,” ungkap warga.
Terhadap musibah yang terjadi tersebut, Wako Sungaipenuh dan sejumlah pejabat instansi terkait sufah melakukan pemantauan sejak Rabu malam.
“Kita minta instansi terkait untuk cepat menangani musibah ini, dan untuk tembok penahan yang ambruk, agar dapat diperbaiki secepatnya,” ungkap wako AJB.
Namun, hingga berita ini ditulis, pihak Pemkot Sungaipenuh khususnya BPBD Sungaipenuh, belum memberikan keterangan resmi mengenai data yang terkena dampak dari musibah banjir dan longsor tersebut. Kepala BPBD, Paunal, dihubungi via telpon, tidak diangkat. (*)
sumber: kayonews